Bayu memandang inka dengan intens, ya Inka yang tidak akan pernah memandang mata Bayu jika sedang mengalami masalah.
"Gue harus jawab apa Bay?"
"Oke, gue yang akan mulai. Lo itu terlalu bunglon ka buat gue, terlalu warna warni diantara hitam putih hidup gue. Satu pihak lo udah warnai hidup gue belakangan ini. Otak lo yang aneh, Cara berpikir lo, berbagai kecerobohan lo. Tapi di pihak lain semakin banyak gue tau tentang lo, semakin banyak pula hal-hal yang gue gak tau dari lo. Lo selalu memiliki hal-hal baru yang bahkan gue yang hampir selalu di sebelah lo pun gak tau, tapi orang-orang laen tau. Ibaratnya, sekamin banyak tentang lo yang gue tau, gue hanya malah semakin berada di permukaan. I never knew your deep down side, Inka."
"Kamu mengetahui itu semua, karena kamu hanya ingin sekedar tau, bukan memahami. Gue butuh di pahamin, dan yang selama ini gue liat, you just heard me, and not listened me. Bisa ngerti gak sekarang?"
****
Luapan emosi ini pun tak pernah berbalas. Inka memilih untuk pergi daripada melanjutkan pertengkaran. Meninggalkan Bayu dengan sejuta pertanyaan.
****
"Kebiasaan lo yang sering bilang "yaudalah lupakan" rasanya lo kayak gak hargain keberadaan gue tau?! satu pihak lo bilang butuh gue, satu pihak lagi seketika lo buang gue gitu aja kayak gak guna! Lo sadar gak?!"
"Itu karena lo sering banget lama ngeresponnya! Lo terlalu lama buat feedback apapun! Lo pikir sampe berapa lama gue bakal sanggup nunggu lo?! nunggu semua jawaban lo. Gue capek nunggu, Bay. Sementara lo ga ada respon sama sekali. Lo yang bilang sayang gue, tapi lo sendiri gantungin gue dan hubungan kita. Apa yang masih lo cari Bay?"
"Banyak yang harus gue pertimbangin, Ka. Ga semudah itu yang namanya pacaran. Kita udah bahas berkali-kali kan? Gue gak sanggup komitmen. Gue gak bisa terikat, Ka. Dengan gue yang seperti ini, dengan lo yang hidup di dunia lo sendiri, dengan... "
"Wait! What did you just said? Gue? hidup dengan dunia gue sendiri? Hoaah! Come on! Bukannya lo? Yang tiap di sapa pun datar-datar aja, jutek, dan sering bilang sibuk? Lo ga pernah bawa gue ke dunia lo.. Gue selalu berusaha ngajak lo gimanapun dunia gue akan pergi, tapi lo ga pernah bisa ada buat gue, Bay.. Gue terlalu lelah untuk semua arguing ini,,"
****
on the phone
"Ka? Udah tidur? Kita harus selesein ini. Minggu depan gue udah cabut dari kota ini. Please?"
"Kamu mau tau apa penyelesaian aku? Go get your dream and I'll wait you here. Gue ga tau sanggup ato ga, kita ga akan tau kalo gak di coba. Reach our own dreams, untill we meer again, we've got balance with ourself. Oke?"
"Oke. Tunggu gue balik ka. Jangan merasa lelah, 3-4 bulan lagi gue akan dateng ke lo. Jaga diri baik-baik ya, jangan ceroboh selama gue ga ada, jangan sakit, jangan banyak nangis"
"Eat well, sleep well, live good, work hard, keep smart don't be stress ya bay. I'll miss you"
klek. Inka mengakhiri telepon. Akhir yang sementara.
No comments:
Post a Comment