SADARKAH KAMU AKAN GLOBAL WARMING?
oleh: Fetry Wuryasti
Sesampainya aku di tempat ini, aku termenung. “wow, tempat ini indah… Padat… Juga produktif” pikirku. Aku memandangi anak-anak kecil yang sedang berlarian. Ya, memang saat aku tiba di tempat ini, tepatnya saat aku turun dari kapal, merupakan hari minggu. Anak-anak sekolahpun libur, sama seperti anak sekolahan di tempat tinggalku.
Namaku Asti, dan disinilah petualanganku dimulai.
Pagi-pagi sekali kami sudah berada di pelabuhan muara angke, karena kapal akan berangkat tepat pukul 7 pagi. Satu tujuan kami saat itu, tiba di Pulau Pramuka dengan selamat dan tepat waktu. Aku, bersama 2 temanku, Shinta dan Indra, berangkat ke “Pulau nya Jakarta” hari minggu pagi, untuk menyusul 2 teman kami yang sudah tiba disana sehari sebelumnya. 2,5 jam perjalanan laut yang kami tempuh menggunakan kapal ferry kecil. Aku menyebutnya seperti itu karena memang kapal kecil, tetapi muat untuk mengangkut sekitar 30 orang dan 2 sampai 3 motor. Hehehe..
“ahhh Astii udaranya seger!!” seru tata kegirangan saat kita sampai di pelabuhan Pulau Pramuka. Sementara Indra, yang biasa kami panggil si abang, sibuk memotret-motret panorama.
Aku hanya tersenyum melihat kedua temanku ini. Memang, pemandangan ke arah lautan luasnya sangat indah. Banyak pulau-pulau yang terlihat di ujung sana sini. Namun, saat melihat ke arah “dalem pulaunya”, banyak sekali sampah-sampah yang memenuhi pinggiran dermaga.
“Olrait, kontras sekali!” seruku dalam hati.
“kenapa Ti bengong? Yuk ah ke Mess, Damar, Kodok (nama aslinya Qutb, tapi karena susah dilafalkan, kami memanggilnya Kodok J ), dan Kiky dah jemput tuh!” Abang membuyarkan lamunanku.
Setelah menaruh barang-barang di Mess, kami keliling untuk hunting lokasi yang ingin digunakan untuk mengambil gambar. Kami, Tim Mata Pribumi, sedang mengerjakan shooting untuk menyelesaikan tugas UAS Feature Dokumenter.
Karena pulau ini tidak terlalu besar, kami bisa mengitarinya hanya dalam waktu 2,5 jam. Kurang malahan..
Malamnya setelah menyelesaikan shooting dan membersihkan diri, dan pria-pria sedang cerewet karena melihat kami para wanita, tata yang sedang sibuk memakai perawatan wajah dari dokternya, Kiky yang sedang memakai vitamin rambutnya, dan aku sendiri mengoleskan kaki dan tanganku dengan Strawberry Puree Body Lotion nya The Body Shop, karena sehingga kulitku yang terasa terbakar sehabis berkeliling dan bersnorkling menjadi terasa dingin dan segar.
“aduuhh kalian para cewek ribet amet ya kena panas dikit doank?!” keluh Damar.
“ya jelas dong kita kan cewek! Ya ga ki?!” minta persetujuan kiky.
“Yoha, butuh perawatanlaahh” balas Kiky.
“uuurrgg untung gue cowok, ga perlu bawa ini itu kayak lo bertiga” ucap Kodok bersyukur.
Aku tidak terlalu menyimak kelanjutan perseteruan mereka. Aku sibuk memikirkan tempat persinggahan sementar kami tadi saat kelelahan. Kami singgah di tamannya. Tempat itu sebuah guest house yang megah, keramik dan ber AC. Aku tidak habis pikir bagaimana mungkin mereka bisa menyediakan kamar ber-AC , sementara listrik yang tersedia di Pulau itu hanya dari jam 4 sore hingga jam 7 pagi??
Sangat bertentangan dengan slogan yang kami lihat saat tiba disini, “Hemat Listrik, Hemat Energi”. Disaat listrik sudah sangat terbatas pun mereka tetap memasang AC. Bagaimana jika 2011 nanti listrik sudah terpenuhi? Makin banyak saja AC di guest house-guest house di pulau ini. Apa mereka tidak tahu sumber tenaga listrik darimana? Atau mereka yang menutup mata?. Pertanyaan yang menghantui pikiranku hingga saat ini, “Apa iya, keegoisan manusia sebesar itu? Mementingkan materi, harta, dan mengorbankan Alam?”
![]() | ||
| Project Mata Pribumi Semester 5 Mata Kuliah Feature Dokumenter |

